Jejak Kehidupan Insan

September 3, 2008

Bisnis pulsa, Mengubah Pengeluaran menjadi Penghasilan !!

Diarsipkan di bawah: Bisnis — sbsan @ 6:17 am

FlexTer,

merupakan sebuah Sistem Referensi Pelanggan yang menjual produk-produk telekomunikasi yang saat ini sedang berkembang pesat yaitu :

A. Pulsa all operator

B. Sms murah lintas operator

C. Layanan internet flat unlimited

Keunggulan Produk Pulsa FLEXTER :

1. Transaksi online 24 Jam langsung dari HP anda tanpa ada chip transaksi khusus

2. Produk yang bisa ditransaksikan SEMUA OPERATOR dan SEMUA NOMINAL

3. Pelanggan Pulsa FLEXTER mendapatkan HARGA AGEN yang bersaing, bukan harga konsumen yang biasa didapatkan jika membeli di counter

4. Semua transaksi mudah,cepat, transparan dan akurat dengang sistem Rekapitulasi Online Real Time (kita bisa cek semua transaksi lewat website flexter – www.flexterkita.com – dengan login member)

Produk SMS Murah Lintas Operator :

KINI kami menghadirkan PULSA FLEXTER SMS (FS20) sms murah lintas operator, sehingga jika anda membeli pulsa FLEXTER SMS ini (FS20 : FlexterSMS dengan nominal Rp. 20.000,-) , maka anda akan banyak berhemat untuk biaya sms LINTAS OPERATOR, hingga mencapai 60% penghematan.

Untuk lebih jelas tentang produk SMS murah silahkan kunjungi :www.flextersms.com

Produk Internet Flat Unlimited :

Flexter juga menjual sistem berlangganan internet yang sangat menarik, dengan pembayaran FLAT per bulan tanpa batas tanpa quota. Sehingga jika anda memakai full Online 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 31 hari per bulan, anda cukup membayar dengan pembayaran yang sama / FLAT.

Skema pemasangan internet Gprs:

PILAR KEKUATAN PRODUK FLEXTER :

- Pulsa merupakan kebutuhan pokok saat ini

- Distribusi pulsa cepat dan mudah, hitungan detik bisa menjangkau seluruh nusantara dan seluruh dunia, sehingga sangat mudah untuk mengembangakan bisinis ini sampai kapanpun

-Semua transaksi mudah,cepat, transparans, dan akurat dengang sistem Rekapitulasi Online Real Time

- Deposit pulsa Flexter tidak ada masa hangusnya, kapanpun anda jual tidak ada masalah.

- ada bonus juga untuk pengembangan jaringan (http://flexterkita.com/presentasi/?pg=4)

- kartu member bisa jadi kartu diskon bahkan dpt promo gratis di merchant yang tergabung dalam jaringan CCI (Card Connection International, bisa di lihat di website CCI (http://www.cci.co.id/) dan Ovis dining club, untuk berbagai produk fashion, food, book, magazine, klinik, hospital, optik, dept.store, airlines, accesories, hotel & resort, restorant, movie, dll.

Kartu Diskon CCI yang berlaku hampir di 40rb merchants cci baik di dalam dan luar negeri, bisa menjadikan penghematan untuk anda ketika anda berbelanja, berlibur, dll

- kartu member hanya 160ribu, berlaku seumur hidup,

– bisa pasang iklan promosi usaha secara gratis seumur hidup ( jika kita punya usaha apa aja ) di website flexter (www.flexterkita.com) dan dibaca di seluruh dunia,.
So..
klo tengah malam butuh pulsa, atau Anda sedang berada di tengah hutan atau sedang di dalamnya lautan atau sedang jalan2 ke bulan sekalipun…..gampaaaang…, asal dapat sinyal hp, tinggal sms aja dr hp kita.. terkirim dh.. harga nya murah pula..dgn harga agen !!

ga perlu repot2 beli pulsa ke counter, ngabisin waktu n ongkos transport…. ;)

oke, dibaca dulu aja ya…
berminat, tinggal hubungi aja saya… ;)

-Zahra-

Mobile: 08128299256, 02519347708 (Esia)

Email : zahra0176@yahoo.com

Juli 17, 2008

Impian Seorang Mahasiswi Lansia 87 Tahun

Diarsipkan di bawah: Kisah — sbsan @ 3:33 am

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa,

“Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? ” Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,
“Tentu saja boleh!”. Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

“Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab,
“Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.”

“Ah yang serius?” pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
“Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!” katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.

Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata,
“Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu.”

“Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya.”

“Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan.”

“Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan.”

Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi “The Rose”. Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.

* * * * *
Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.

September 20, 2007

Mengapa?? Karena Dia Manusia Biasa

Diarsipkan di bawah: Kisah — sbsan @ 7:54 am

Setiap kali ada teman yang mau menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suamimu/istrimu? Jawabannya sangat beragam. Dari mulai jawaban karena Allah hingga jawaban duniawi (cakep atau tajir :D manusiawi lah :P ).

Tapi ada satu jawaban yang sangat berkesan di hati saya. Hingga detik ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib. Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Lalu memutuskan menikah. Persiapan pernikahan hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak akan heran. Proses pernikahan seperti ini sudah lazim. Dia bukanlah akhwat, sama seperti saya. Satu hal yang pasti, dia tipe wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami. Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sulit untuk membuka diri. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menanggapi dengan serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tanggal pernikahannya. Serta memohon saya untuk cuti, agar bisa menemaninya selama proses pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Asli. Saya pengin tau, kenapa dia begitu mudahnya menerima lelaki itu. Ada apakan gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia bisa memutuskan menikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk sekali waktu itu (sok sibuk sih aslinya). Saya tidak bisa membantunya mempersiapkan pernikahan. Beberapa kali dia telfon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa hal. Beberapa kali saya telfon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That’s all. Kita tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti sejak H-2 pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya. Jam 11 malam, H-1 kita baru bisa ngobrol -hanya- berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kita. Padahal rencananya kita ingin ngobrol tentang banyak hal. Akhirnya, bisa juga kita ngobrol berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak pada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kita tidur. “Aku gak bisa tidur.” Dia memandang saya dengan wajah memelas. Saya paham kondisinya saat ini. “Lampunya dimatiin aja, biar dikira kita dah tidur.” “Iya.. ya.” Dia mematikan lampu neon kamar dan menggantinya dengan lampu kamar yang temaram. Kita melanjutkan ngobrol sambil berbisik-bisik. Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kita lakukan. Kita berbicara banyak hal, tentang masa lalu dan impian-impian kita. Wajah sumringahnya terlihat jelas dalam keremangan kamar. Memunculkan aura cinta yang menerangi kamar saat itu.

Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya pendam. “Kenapa kamu memilih dia?” Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari tidurnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Berlahan dia membuka laci meja riasnya. Dengan bantuan nyala LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya. Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan selembar amplop pada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Amplop putih panjang dengan kop surat perusahaan tempat calon suaminya bekerja. Apaan sih. Saya memandangnya tak mengerti. Eeh, dianya malah ngikik geli. “Buka aja.” Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas polos ukuran A4, saya menebak warnanya pasti putih hehehe. Saya membaca satu kalimat diatas dideretan paling atas. “Busyet dah nih orang.” Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ngikik melihat ekspresi saya. Saya memulai membacanya. Dan sampai saat inipun saya masih hapal dengan kata-katanya.

Begini isi surat itu. …

Kepada YTH Calon istri saya, calon ibu anak-anak saya, calon anak Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya Di tempat Assalamu’alaikum Wr Wb Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silahkan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai. Saya, yang bernama …… menginginkan anda …… untuk menjadi istri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Saat ini saya punya pekerjaan. Tapi saya tidak tahu apakah nanti saya akan tetap punya pekerjaan. Tapi yang pasti saya akan berusaha punya penghasilan untuk mencukupi kebutuhan istri dan anak-anakku kelak. Saya memang masih kontrak rumah. Dan saya tidak tahu apakah nanti akan ngontrak selamannya. Yang pasti, saya akan selalu berusaha agar istri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan. Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja. Oleh karena itu. Saya menginginkan anda mau membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa.

Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Karena saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik. Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqaroh berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda. Yang saya tahu, Saya memilih anda karena Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari saat ini. Saya mohon sholat istiqaroh dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya kasih waktu minimal 1 minggu, maksimal 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin Wassalamu’alaikum Wr Wb

Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat ‘lamaran’ yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistis. Tanpa janji-janji gombal dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta minimalis, saya menyebutnya :D . Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum tertahan. “Kenapa kamu memilih dia.” “Karena dia manusia biasa.” Dia menjawab mantap. “Dia sadar bahwa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kita dikemudian hari. Entah kenapa, Itu justru memberikan kenyamanan tersendiri buat aku.” “Maksudnya?” “Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Iya kan ? Paling gak. Aku tau bahwa dia gak bakal frustasi kalau suatu saat nanti kita jadi gembel. Hahaha.” “Ssttt.” Saya membekap mulutnya. Kuatir ada yang tau kalau kita belum tidur. Terdiam kita memasang telinga. Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kita saling berpandangan lalu cekikikan sambil menutup mulut masing-masing. “Udah tidur. Besok kamu kucel, ntar aku yang dimarahin Mama.” Kita kembali rebahan. Tapi mata ini tidak bisa terpejam. Percakapan kita tadi masih terngiang terus ditelinga saya. “Gik…” “Tidur. Dah malam.” Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia terlihat cantik besok pagi. Kantuk saya hilang sudah, kayaknya gak bakalan tidur semaleman nih.

Satu lagi pelajaran pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sadar dengan kemanusiannya. Sadar bahwa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitupun dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah tergores sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang tahu bagaimana dan berapa lama pernikahnnya kelak. Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tapi sebuah ‘proses usaha’. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan ‘nama’. Embel-embel predikat diri yang selama ini melekat ditanggalkan. Ketika segala yang ‘melekat’ pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama.

Pernikahan hanya dilandasi karena Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan secara total pada Allah yang membuat skenarionya. Maka semua menjadi indah. Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap umat-NYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan. Kita hanya bisa memohon keridhoan Allah. Meminta-NYA mengucurkan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Lalu, bagaimana dengan cinta? Ibu saya pernah bilang, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya. Agar cinta itu bisa bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Witing tresno jalaran garwo(sigaraning nyowo), kalau diterjemahkan secara bebas. Cinta tumbuh karena suami/istri (belahan jiwa). Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

source :  Ugik Madyo

September 17, 2007

Jika Aku Jatuh Cinta …

Diarsipkan di bawah: Artikel — sbsan @ 7:28 am

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati. Cinta yang takkan bertempuk sebelah tangan. Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya. Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin. Tapi cinta itu tentu porsinya tidak melebihi cinta kita pada Allah, karena Allah mengatakan, “Katakanlah! ‘Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, kaum keluargamu, harta-benda yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatiri akan merugi dan rumah tangga yang kamu senangi (manakala itu semua) lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjiha di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.”

Prestasi kepahlawanan para pejuang tidak terlepas dari pengaruh cintanya seorang pemuda kepada pemudi. Umar bin Abdul Aziz berhasil memenangkan pertarungan cinta sucinya kepada Allah dari pada cinta tidak bertuannya kepada seorang gadis. Tidak ada yang salah pada cinta. Berusahalah menempatkannya pada tempat, waktu dan sisi yang tepat.

Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu. Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engaku mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengna limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu. (special untuk yang saling mencintai karena-Nya)

source : www.eramuslim.com

Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna

Diarsipkan di bawah: Artikel — sbsan @ 7:18 am
  
 
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil” Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak… Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna

Artikel Bebas (www.dudung.net)

  
Oleh : unknown

5 perkara yang tidak pernah diberikan kepada nabi sebelum Rasulullah Muhammad SAW

Diarsipkan di bawah: Kumpulan Hadist — sbsan @ 6:31 am

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai mesjid. Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat

Mutiara dan Kerang Rebus

Diarsipkan di bawah: Kisah — sbsan @ 6:06 am

kerang.jpg

Dua puluh tujuh tahun yang lalu, keluarga kami tinggal di tengah hutan. Kampung terdekat dengan gubuk kami berjarak kurang lebih 2 km. Gubuk itu terbuat dari bambu (gedhek). Agar aman dari serangan binatang buas gubuk kami dibuat panggung. Pohon singkong menge-lilingi gubuk yang hanya mempunyai satu tempat tidur itu. Di depan gubuk nan semilir ada sungai kecil dengan aliran air yang sangat jernih. Di sungai itu, setiap hari saya mandi dengan adik dan kakak. Untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk, kami sering memancing ikan di rawa kecil dekat tempat tinggal kami.
Ketika saya sedang memancing ikan di rawa, Ayah saya datang dan bercerita tentang Mutiara dan Kerang Rebus. Ia bertutur, “Ketika kerang belia mencari makan dibukalah penutup badannya, ketika itu pasir masuk ke dalam tubuh kerang belia itu. Sang kerang menangis “Bunda sakit bunda…sakit…ada pasir masuk ke dalam tubuhku”. Sang Ibu menjawab, “sabarlah anakku, jangan kau rasakan sakit itu, bila perlu berikan kebaikan kepada sang pasir yang telah menyakitimu”. Kerang beliapun menangis, namun air matanya ia gunakan untuk membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Hal ini terus menerus ia lakukan. Rasa sakit itupun secara ber-angsur berkurang bahkan kemudian hi-lang. Ajaibnya, pasir yang membuat sakit tubuh kerang itu justru telah beru-bah menjadi sebutir mutiara. Ketika dijual, kerang yang telah berisi mutiara itu harganya mahal. Sementara kerang yang tak pernah merasakan sakitnya pasir dalam tubuhnya, ia menjadi Kerang Rebus yang dijual murah di pinggir-pinggir jalan.
Setelah menarik napas panjang, Ayah saya melanjutkan, “Kalau kamu tidak pernah mendapat cobaan, maka kamu akan menjadi Kerang Rebus atau orang murahan. Tapi kalau kamu mampu menghadapi cobaan, bahkan mampu memberikan manfaat kepada orang lain ketika kamu sedang mendapat cobaan, maka kamu akan menjadi Mutiara. Anakku…, Kerang Rebus dijual obral di pinggir jalan sementara Mutiara dijual mahal, diletakkan di tempat terhormat dan dikenakan oleh orang-orang yang terhormat. Hidup adalah pilihan wahai anakku…terserah kamu; kamu bisa memilih hendak menjadi Mutiara atau Kerang Rebus.”
Cerita itu sangat mempengaruhi hidup saya. Ketika saya SMP, saya harus mencari biaya sendiri untuk membayar SPP. Selepas subuh, saya harus pergi ke kebun karet untuk mengambil latex dari perkebunan karet yang telah membeku. Pekerjaan itu bisa saya tuntaskan sebelum jam tujuh pagi. Saya dibayar empat ribu perak selama sebulan. Karena pekerjaan itu, aroma tak sedap menempel di tangan saya. Walau dicuci dengan sabun, aroma itu tetap tak hilang. Sesampainya di sekolah, sering tangan itu diludahin teman karena bau yang tak sedap itu. Dalam suasana seperti itu, saya teringat cerita Mutiara dan Kerang Rebus dari ayah saya. Cerita itu telah membuat saya kuat menghadapi cobaan hidup.
Begitu pula ketika saya diterima kuliah di IPB. Saya dan ayah saya datang ke salah seorang yang kaya di kampung kami. “Alhamdulillah pak, Jamil diterima di IPB. Saya tidak punya uang untuk memberangkatkan dia. Tolong saya dipinjami uang tiga ratus ribu rupiah saja.” Begitu ayah saya membuka pembicaraan. Sambil menghisap rokok, tuan rumah itu menjawab, “wah hebat bisa diterima di IPB, tapi kalau nggak punya uang ya nggak usah panjang angan-angan. Sudah tahu miskin, nggak punya uang lha koq mau kuliah. Baru mau berangkat saja sudah pinjam. Bagaimana nanti biaya bulanannya? Apakah bertahun-tahun mau pinjam uang terus?” Baru kali ini saya mendengar penghinaan seperti itu. Tak terasa butiran air mengalir di pipi. Saya biarkan air mata itu mengalir sebab saya merasa itu adalah air mata kerang belia yang sedang membungkus pasir yang masuk ke dalam tubuhnya. Memang, saya telah memutuskan untuk menjadi Mutiara, bukan Kerang Rebus. Bagaimana dengan Anda?

Source : Jammil Az Zaini

September 14, 2007

PUDING ROTI BAKAR

Diarsipkan di bawah: Resep — sbsan @ 7:26 am

puding.jpg

Bahan:

* 100 gr roti

* 1 btr telur ayam

* 300 ml santan

* 100 gr gula pasir

* 1 ujung sdt bumbu spekoek

* Kenari atau kismis untuk hiasan

* 15 gr margarin untuk mengoles

Cara membuat:

- Kocok telur dan gula sampai kaku.

- Rendam roti dengan santan sampai roti hancur. Tambahkan bumbu spekoek.

- Masukkan adonan telur dan gula ke dalam campuran roti, aduk rata.

- Masukkan adonan ke cetakan kecil berbentuk lonjong yang telah diolesi margarin. Hias dengan kenari atau kismis.

- Panggang dalam oven hingga matang. Sajikan hangat.

Untuk 5 porsi

Nilai gizi per porsi:

Energi: 213 Kal

Protein: 4 gr

Lemak: 9,4 gr

Karbohidrat: 33,4 gr

 

Source: www.tabloid-nakita.com

ES KACANG CAMPUR

Diarsipkan di bawah: Resep — sbsan @ 7:23 am

es-kc.jpg

Bahan:

* 50 gr kacang hijau, rebus hingga lunak

* 50 gr kacang merah, rebus hingga lunak

* 100 gr nangka matang, potong-potong bentuk dadu

* 1 btr kelapa muda, kerok tipis

* 250 ml santan

* 250 ml susu cair

* 150 gr gula pasir

Cara membuat:

- Panaskan santan, susu cair dan gula pasir hingga larut.

- Susun kacang hijau, kelapa muda, kacang merah dan nangka paling atas dalam gelas tinggi, tuang cairan santan dan susu. Tambahkan es batu yang sudah dihancurkan.

- Sajikan dingin.

Untuk 5 porsi

Nilai gizi per porsi

Energi: 263 Kal

Protein: 6,9 gr

Lemak: 2,55 gr

Karbohidrat: 57,3 gr

 

source : www.tabloid-nakita.com

STUP BUAH TROPIKAL

Diarsipkan di bawah: Resep — sbsan @ 7:20 am

stup buah

Bahan:

* 3 bh jambu biji merah, buang bijinya, l potong dadu 1,5 x 1,5 cm

* 1/2 bh nanas, kupas potong dadu

* 150 gr nata de coco

* 200 gr gula pasir

* 10 cm kayu manis, potong 2

* 20 btr cengkih

* 750 ml air

* 1 sdt tepung maizena

Cara membuat:

- Campur air, gula pasir, cengkeh, dan kayu manis, didihkan, masukkan air nata de coco, didihkan kembali sampai aroma cengkeh dan kayu manis keluar.

-Masukkan nanas, jambu biji dan nata de coco, kentalkan dengan tepung maizena. Angkat, dinginkan dalam lemari es.

- Sajikan dingin.

Untuk 5 porsi

Nilai gizi per porsi:

Energi: 154,2 Kal

Protein: 0,66 gr

Lemak: 0,24 gr

Karbohidrat: 39,6 gr

 

www.tabloid-nakita.com

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.